SUMBAR | Kejujuran kini menjadi mata uang utama dalam berlalu lintas. Di Sumatera Barat, pesan itu digaungkan secara konsisten oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Sumbar di bawah kepemimpinan Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K. Sebuah kampanye sederhana namun mengena: pengendara boleh saja mengelabui petugas, tetapi tak akan pernah bisa mengelabui sistem.
Di era digital, lalu lintas tidak lagi hanya soal peluit dan isyarat tangan. Kamera pengawas, sistem elektronik, serta basis data kendaraan menjadi “mata” yang bekerja tanpa lelah. Melalui pendekatan ini, Ditlantas Polda Sumbar mengajak masyarakat memahami bahwa kepatuhan bukan karena takut ditilang, melainkan karena kesadaran akan keselamatan dan tanggung jawab bersama.
Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq menegaskan bahwa transformasi layanan lalu lintas bukan bertujuan mempersulit masyarakat. Justru sebaliknya, sistem elektronik dihadirkan untuk memotong rantai birokrasi yang panjang, menutup celah penyimpangan, serta memastikan semua proses berjalan transparan dan adil.
“Ketertiban lalu lintas dimulai dari kejujuran administrasi,” menjadi pesan yang terus diulang. Kelengkapan surat kendaraan bukan sekadar formalitas, tetapi bukti kepatuhan hukum yang berdampak langsung pada keselamatan pengguna jalan. Ketika data kendaraan tertib, maka pengawasan dan pelayanan pun menjadi lebih cepat dan akurat.
Pendekatan humanis tetap menjadi ruh utama. Ditlantas Polda Sumbar tidak menempatkan masyarakat sebagai objek penindakan semata, melainkan sebagai mitra. Sosialisasi masif, edukasi langsung di lapangan, hingga kampanye kreatif di media sosial dilakukan untuk membangun kesadaran kolektif, terutama di kalangan generasi muda.
Di berbagai kesempatan, Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir. Lalu lintas bukan arena adu cepat atau uji nyali, melainkan ruang bersama yang menuntut empati. Setiap pelanggaran kecil berpotensi menimbulkan dampak besar bagi orang lain.
Kemudahan layanan menjadi prioritas berikutnya. Pengurusan surat kendaraan, baik SIM maupun STNK, terus disederhanakan. Prinsipnya jelas: no ribet, no drama. Dengan prosedur yang jelas dan terukur, masyarakat tidak lagi merasa takut atau enggan mengurus kewajiban administrasi.
Hasilnya mulai terasa. Tingkat kepatuhan masyarakat perlahan meningkat, kesadaran untuk melengkapi surat kendaraan tumbuh, dan kepercayaan publik terhadap institusi lalu lintas semakin menguat. Ini menjadi bukti bahwa pendekatan persuasif yang dibarengi sistem kuat mampu menciptakan perubahan nyata.
Bagi Ditlantas Polda Sumbar, teknologi hanyalah alat. Kunci utamanya tetap pada integritas, konsistensi, dan keteladanan. Nilai-nilai inilah yang terus ditanamkan Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq kepada seluruh jajaran, agar pelayanan lalu lintas benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Pada akhirnya, tertib berlalu lintas bukan semata soal aturan, tetapi tentang menghargai nyawa. Jalan raya adalah ruang publik yang harus dijaga bersama. Dengan kejujuran, kepatuhan, dan kesadaran, lalu lintas Sumatera Barat diarahkan menuju wajah yang lebih aman, tertib, dan berkeadaban.
Catatan Redaksi:
Polisi hadir untuk masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang bekerja menjaga keamanan, menegakkan hukum dengan adil, serta membangun rasa aman melalui pendekatan humanis, profesional, dan bertanggung jawab. Tujuannya adalah terciptanya kepercayaan, ketertiban, dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.
TIM RMO

0 Komentar